jump to navigation

Optical Transmitter Distortion Desember 21, 2010

Posted by dendyaditya in HFC, Network.
5 comments

Batam, 21/12/2010 jam 20.30

Seharusnya sudah bisa dieksekusi pada tanggal 20 Des tp karena satu dan lain hal, tidak bisa terlaksana.

Hari ini kita melakukan instalasi optical node di Headend Sei Panas.

  1. Optical Node kita pasang di pole PLN, single mode, 1310 nm, FC / APC connector ( aneh kan ?!?! )
  2. Power Supply menggunakan matrix 60 VAC, 10 Ampere
  3. Kita mempergunakan RF Level Meter merk Deviser, signal keluaran sangat besar yaitu 120 dBuV atau 60 dBmV dan selanjutnya kita integrasikan dengan jaringan RF Coaxial yang ada
  4. Hasilnya gambar kabur…bintik2 dan ada garis berjalan, distorsi nya besar ini bukan CNR yang turun akan tetapi CSO dan CTB nya terlalu besar
  5. Bingung…saya coba menganalisa dari hulu s/d hilir
  6. Hingga sampai di HUB Marchelia, saya ingat bahwa input RF Signal di Optical Transmitter lumayan besar ( diambang )
  7. Saya kembali ke HUB Marchelia dan mengurangi level RF Input di Optical Transmitter dari 34 dBmV menjadi 15 dBmV
  8. dan kembali ke Sei panas
  9. Done …

RF input yang berlebih mengakibatkan Pre Distortion, Input dari RF akan menstimulasi LED untuk memancarkan signal dengan kapasitas yang sesuai dengan spesifikasi perangkat. apabila input dari signal RF tersebut berlebih maka akan menimbulkan distorsi pada rangkaian LED Optical Transmitter.

Optical Node yang saya gunakan RFlyer…OTX mempergunakan SQ  everything  just goin fine…alhamdulillah, 1 lokasi lagi integrasi optical sudah selesai

 

 

Bikin kantor di Batam… Desember 20, 2010

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
add a comment

Ini yang sekarang saya rasakan, bikin kantor mini multimedia ( cable tv + internet ) di Batam..

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, bahwa ada kurang lebih 100 mini cable operator di Batam. setiap perumahan mempunyai 1 Headend, dan menggelar jaringannya sendiri, contennya ? ada yang ngambil resmi ada pula yang nge hack. dari 100 hanya ada 11 yang terdaftar di Komisi Penyiaran Indonesia …

Bisnis ini awalnya bisnis cuma – cuman, tukang martabak…tukang ojek…dll punya uang sedikit beli modulator 5 terus jualan, makin lama nambah channel…nambah jaringan dan akhirnya besar.

Kantor di Batam cikal bakalnya sama juga,  disini mempunyai 5 lokasi besar di daerah legenda, perumaham marchelia dsk, Perumahan Permata indah baloi, sei panas dan Sukajadi.

Awal saya datang, ada 12 karyawan semuanya lulusan SMA mereka tidak bisa komputer, mereka hanya mengerti narik kabel, install amplifier, setting amplifier, ngejual dan nagih … semuanya dikerjakan sendiri.” Ya adanya seperti ini mas….terserah mas dendy aja mau digimanain ” :D

Runyem…

Saya coba ikut mereka 1 minggu…apa saja yang dikerjakan sekalian coba bikin data – data yang sekiranya dibutuhkan…untuk design jaringan optik, headend dan coax tetep jalan secara pararel

  1. Tidur , kerja, makan, mandi di Kantor
  2. Untuk kondisi jaringan yang “baik”…mereka hanya kerja antara tanggal 1 – 15 ( penagihan ) selebihnya apabila ada instalasi pelanggan baru saja
  3. jam 1 siang apabila tidak ada pekerjaan…zzzz..zzz tidur
  4. Perangkat support banyak yang kececer di lapangan dan hilang , mempergunakannya juga salah.
  5. Beli perangkat A, dipotong dari hasil mereka nagih dan diberikan kwitansinya ke owner ( tanpa report dl )
  6. ada 5 cell phone yang mewakili “call center” di setiap headend, jadi misal teknisinya lagi mojok / nge date bisa dimatikan atau di hold
  7. g pake seragam2an pake sandal jepit pun jadi
  8. G ada SOP yang mengatur alur …lah wong divisi juga g ada owner cmn mikir duit masuk even income bulanan mereka bisa tembus 300 jt/ bulan ( nett ) heheh sama spt kantor saya di jogja dan ini baru jalan 3 thn

dari beberapa oret2an diatas,  beberapa hal yang saya lakukan pertama kali adalah sbb :

  1. Ngantor rutin…, masuk pagi jam 08.30 pulang jam 16.00, pakaian rapih, bersih dan menggunakan sepatu ( ini masih sulit jalan )
  2. semua pembelian di lapangan dihentikan, sifatnya harus ada pengajuan
  3. “latihan” meeting setiap pagi…membagi tanggung jawab kerja, report di satu forum dan mencoba bicara target
  4. Membuat struktur organisasi, jadi mereka tahu who’s the boss di perush. report nya jelas alur perintah jadi jelas
  5. SOP standard mulai dibikin, instalasi pelanggan baru, pengajuan perangkat, pemutusan layanan
  6. cell phone central tersambung diletakkan di Hanglekir, dan di handle oleh 1 orang … semua keluhan diterima oleh satu orang dan data komplain di rekap

semua itu berjalan sembari semua sistem teknis selesai dikerjakan, …

:)

 

Project Batam Desember 17, 2010

Posted by dendyaditya in HFC, Network.
add a comment

Assalammu’alaikum wr.wb …

sudah lama banget g nulis di blog, terlalu sibuk ? mungkin tp kadang lagi melow nulisnya g berbau bau teknis dl hehe…

Saya sudah hampir 1,3 tahun bekerja di Batam, awalnya akan terlibat project membuat link SDH PLN batam…akan tetapi karena 1 dan lain hal project tersebut fail. :( so sad….

kita sudha melakukan penarikan optik sepanjang 20 km saat itu…dan harus saya putuskan u/ rollback  agar investasi yang sudah keluar tidak mubadzir.

menyederhanakan pemikiran, kita berjalan dari pinggir dulu yaitu menyatukan beberapa mini headend yang dimiliki oleh cable operator2 di Batam. ada 5 headend yang saya join.yaitu di daerah sukajadi, marchelia, blok 5 dan sei panas..

project ini berjalan sudah 3 bulan sejak proses rollback dilakukan,…dan alhamdulillah 70 % optical part sudah terselesaikan. tinggal adjstment di bagian Coaxial

yang saya lakukan cukup sederhana, yaitu melakukan optical link budget untuk peragnkat2 Optical Node…optical power output berapa, jarak berapa x loss lambda 1310 nm + connector dan splicing loss dan requirement di perangkat berapa.

yang berat disini cuman 1….pisah anak ama istri :( hiks

per hari ini tgl 17 November 2010 sudah hampir 3 bulan project ini berjalan dan insya allah minggu depan sudah finalized masalah optic, next part pembenahan jaringan Coaxial.

dalam membuat jaringan optic di batam, saya terapkan concept main Headend dan HUB karena beberapa alasan :

1. core optik yang terbatas ( sisa kabel optik yang ada ), sebenarnya cukup….akan tetapi untuk pengembagan kedepan sangat kurang karena HP yang dilayani sangat2 besar 1 headend bisa cover 3000 HP g mungkin cuman 2 core oleh karena itu saya pecah menjadi beberapa POP

2. topologi batam yang beragam

demikian lah … jadi akhirnya harus jalan dengan material yang ada

:)

 

Wassalammu’alaikum wr.wb

Mengenal Parameter – parameter CATV November 21, 2009

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
4 comments

Dear Readers,

kali ini saya coba share mengenai parameter – parameter umum yang digunakan di Cable TV

Standarisasi yang umum dan saya gunakan disini adalah standarisasi FCC ( Federal Communication Commission ). Beberapa parameter penting yang digunakan antara lain adalah :

  1. CNR ( Carrier To Noise Ratio )
  2. CSO ( Composite Seconder Order )
  3. CTB ( Composite Triple Beat )
  4. Tilt Ratio
  5. Level Signal

Ini adalah pengertian atasnya :

  • CNR ( Carrier To Noise Ratio ), yaitu nilai level carrier terhadap noise  satu channel dengan lebar BW tertentu. Untuk Indonesia, standard Video yang digunakan adalah PAL B / G dimana lebar BW untuk 1 kanal adalah 7 & 8 MHz. dalam melakukan perhitungan CNR untuk Standard Indonesia digunakan lebar BW sebesar 4 MHz ( knp ? ) karena dengan lebar BW tersebut sudah meng – cope alokasi video carrier dengan standard PAL ( sudah cukup mewakili ), Standard CNR menurut FCC adalah ≥ 43 dB di terminal pelanggan, bagaimana rumus perhitungan  CNR ? kurang lebih sebagai berikut CNR = 65,2 – 10 log BW + Li – Nf, BW = Bandwidth Video dalam MHz, Li = signal Input dalam dBmV, dan Nf adalah Noise Floor dalam dB
  • CSO ataupun CTB merupakan distorsi yang muncul dikarenakan un linearitas amplifier, amplifier ideal pada semua freq mempunyai penguatan yang sama ( seharusnya ) akan tetapi tidak demikian pada kenyataannya penguatan tsb tidak linear sehingga menimbulkan distorsi, distorsi tersebut ada yang mempunyai order ganji selanjutnya disebut CTB dan ada yang mempunyai orde genap yang selanjutnya disebut CSO, berapa nilai CSO dan CTB sudah tercantum pada spesifikasi amplifier, mengacu pada standard FCC nilai CSO maupun CTB ≤ – 51 dBc
  • TILT, merupakan perbedaan level RF antar kanal yang berdekatan dan dinyatakan dalam satuan dB, standard FCC adalah Tilt ≤ 3 dB untuk kanal yang berdekatan. jadi semisal S3…S4…S5…perbedaan level antara S3 dan S4 tidak boleh lebih dari 3 dB demikian pula antara S4 dan S5
  • Level Signal, nilai ini sebenarnya variatif tergantung dari terminal televisi yang digunakan akan tetapi FCC mengatur bahwa nilai baik yang bisa diterima oleh terminal televisi adalah 0 – 10 dBmV

Woke, sekian dl …

 

 

FTTH, GEPON platform November 19, 2009

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
3 comments

Dear Readers,

Awalnya platform ini tidak terpikir di benak saya, bagaimana mungkin kita mau mendeliver layanan FTTH u/ pelanggan residensial ?!?!?! …bukan masaah teknis nya tp over spec kalo menurut saya.

platform dengan trhoughput local hingga 900 Mbps untuk 32 user only, masing – masing estimasi dapat 30 Mega an…padahal harga BW di indonesia masih berkisar di angka $500 itupun di jakarta..angka itu dibandingkan dengan UMR masy. indonesia sangat – sangat jauh.

Akan tetapi setelah mendapat informasi bahwa harga BW di singapore sudha mencapai $50…baru mikir deh, angka segitu g akan lama sampe di Indonesia, dengan beragam operator besar penyedia backbone utuk mencapai daerah ( jawa red ) estimasi paling lama 6 – 7 thn…woww, jadi kalo kita bikin investasi BEP baru 6 – 7 thn di jawa tp tidak menjawab kebutuhan BW besar, mending mikir dl dan coba sedikit berhitung dengan teknologi FTTH

ok Back to technical,

FTTH menggunakan konsep XWDM ( X – Wavelength Division Multiplexing ) dimana dalam 1 core optic ada 3 lambda yang digunakan ( 1310, 1490 dan 1550 ). 1550 untuk broadcast tv, 1310 untuk Upstream data, 1490 untuk downstream data .

GEPON untuk menggunakan standard IEEE 802.3 AH

  • Maximum distance 20 km
  • Splitting ratio max 32
  • Wavelengths: 1260 to 1360 nm up, 1480 to 1580 down
  • Attenuasi yang diijinkan untuk jarak  10 km —> 5 – 20 dB atau 20 km —> 10 – 24 dB pada lambda 1310
  • Attenuasi yang diijinkan untuk jarak 10 km —> 5 – 19,5 dB atau 20 km —> 10 – 23,5 dB pada lambda 1550
  • Downstream leveluntuk jarak 10 km  : – 3 s/d 2 dBm, sedangkan untuk jarak 20 km adalah 2 s/d 7 dBm
  • Upstream level untuk jarak 10 / 20 km : – 1 s/d 4 dBm

Sedangkan untuk standarisasi CableTV services bisa mengacu ke FCC yang sudah ada saja, dimana

  • CNR minimal di pelanggan 43 dB
  • CSO/ CTB tidak boleh lebih 53 dBc
  • Tilt tidak bleh lebih dari 3 dB untuk kanal yang berdekatan
  • dll…

2 standard itu yang selanjutnya kita jadikan acuan untuk melakukan design FTTH system…

 

EDP ( Evaluasi Dengar Pendapat ) di KPI November 19, 2009

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
add a comment

Dear Reader,

per selasa, 17 November 2009 aku telah membantu salah satu operator daerah untuk melakukan EDP ( Evaluasi Dengar Pendapat ) di KPI sebagai salah satu syarat u/ mendapatkan IPP ( Ijin Penyelenggaraan Penyiaran )

Alhamdulillah tidak terlalu ribet dan susah, aku hanya melakukan presentasi / paparan di depan DPRD Tingkat A, Akademisi, HIPMI, MUI, DisHub Kominfo, dan KPI sendiri. Beberapa pertanyaan yang muncul beragam antara lain adalah sebagai berikut :

  1. KPI menyarankan adanya internal sensor di setiap local operator, apakah memungkinkan ? jawabannya : mungkin sekali, tp tidak mungkin kita lakukan karena nilai investasi nya terlalu mahal…kita local operator tetap mengambil channel dari operator besar di jakarta. apabila ada materi yang tidak layak siar seharusnya mereka juga ditindak bukan hanya local operator yang di daerah. Local Operator daerah akan melakukan filter channel bukan acara ( karena kendala investasi tadi ), dengan kata lain kalo ada acara yang tidak sesuai dengan budaya kita hilangkan channelnya bukan hanya acaranya
  2. Menambahkan channel agama ? jawabannya : bisa, tp dengan adanya standarisasi FCC u/ TV Kabel yang mana kita hanya bisa menyiarkan max 45 siaran sangat tidak ekonomis u/ mendistribusikan channel agama karena tidak lah mungkin kita hanya menyiarkan salah satu agama saja karena local operator tidak di segmentasi u/ salah satu agama tertentu saja
  3. Disarankan membentu Dewan pelanggan …ok
  4. Apa pengaruh positif bagi perekonomian daerah ? jawaban : sebagai salah satu distributor informasi visual yang dapat mendukung kinerja dari setiap lini daerah salah satunya adalah himpunan pengusaha daerah ataupun pemerintahan kabupaten ataupun kota
  5. dll…

Beberapa catatan penting saat melakukan EDP, bahwa akta , NPWP , SIUP dan lain – lain tidak boleh bersifat bias harus fokus hanya untuk 1 bidang usaha yaitu lembaga penyiaran tv berbayar melalui media kabel.

Insya allah dari sini, pihak KPI akan membuat semacam RK ( Rekomendasi Kelayakan ) dan selanjutnya akan diberikan kepada pusat u/ memasuki fasa FRB ( Forum Rapat Bersama )

 

Membuat IPP ( Ijin penyelenggaraan Penyiaran ) November 13, 2009

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
add a comment

Setelah hampir kurang lebih 2 bulan dari berkas di serahkan ke KPI , akhirnya kemaren dilakukan verifikasi faktual oleh KPI, Alhamdulillah tanpa revisi……… Hari ini pun sudah langsung dilakukan EDP, hmm.. mudah2an proses selanjutnya akan makin cepat..

Bagi temen2 yang ingin tau bagaimana cara mengurus IPP ( Ijin penyelenggaraan Penyiaran ) u/ jasa layanan tv melalui kabel, beberapa berkas yang harus dilengkapi adalah:

  • Download aplikasi form nya disini http://www.e-penyiaran.net/upload/FLOWCHART_PERIZINAN_sept_2009.pdf
  • diisi dan dilengkapi
  • ditambahkan kajian kelayakan bisnis, kajian content, perijinan pendukung, dll
  • data dibuat rangkap 4 ( 1 asli, 3 copy ) dan diserahkan ke KPI tingkat propinsi
  • kita harus intens menanyakan progress disini karena kalo g…bakal lama, verifikasi administrasi dilakukan di dinas perhubungan propinsi akan tetapi untuk content tetap di KPI
  • kurang lebih 1 bulan setelahnya, dari pihak KPI selanjutnya akan melakukan verifikasi faktual atas kelengkapan adm
  • selanjutnya selang 7 hari ( biasanya ) akan dilakukan EDP ( Evaluasi Dengar Pendapat )
  • hasil dari EDP tersebut menghasilkan satu RK ( Rekomendasi kelayakan ) dari propinsi yang selanjutnya ditujukan 3 rangkap ( mentri, Kominfo dan KPI Pusat )
  • setelah diterima di pusat akan melakukan FRB ( Forum Rapat bersama ), disini KPI daerah akan mempertahankan rekomendasi yang diberikan di daerah.
  • setelah FRB, pusat akan memberikan IPPP ( ijin prinsip penyelenggaraan Penyiaran ) dan operator bisa melakukan trial selama 1 tahun
  • setelah IPPP, maka akan dilakukan verifikasi lapangan kembali dan apabila sudah lolos maka keluarrlah apa yang dinamakan IPP…

Membuat cable tv & Internet Operator November 13, 2009

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
add a comment

Bagaimana membentuk Cable TV & Internet Operator ? syarat apa saja yang dibutuhkan ??

dengan adanya PP 52 dimana terdapat pernyataan yang mengharuskan bahwa 1 Badan usaha hanya memiliki 1 bidang usaha tidak lebih, megharuskan satu cable tv operator harus dipecah pembentuknya

Ada 2 bagian besar pembentuknya yaitu COntent provider dan Network Provider, meskipun kepimilikannya sama, lokasi / tempatnya sama yang membedakan hanyalah badan usaha antaranya.

Cable TV & Internet Operator memiliki 3 badan usaha dengan bidang usaha berbeda satu sama lain.

  • Network Provider
  • Cable TV Content Provider
  • Internet Service Provider

network provider yang berhubungan langsung dengan pelanggan, dan berhubungan dengan pembelian cable tv dan internet content.

kelemahan disini, walau kepemilikan sama, lokasi sama ( hanya bidang usaha yang berbeda ) …. pajak tidak demikian halnya. otomatis dengan kondisi diatas ada double tax yang harus ditanggung

Capekkkkk dehhhhh

Tips melakukan survey demand.. Maret 5, 2009

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
add a comment

Tips-tips untuk melakukan survey demand :

1. Pastikan ijin dari developer sudah didapatkan at least kita bisa menyebutkan person in charge di developer saat ditanya security

2. minta ijin ke RT / RW, form sediakan saja,biasanya mereka suka susah cari form dan mereka tinggal tanda tangan dan stempel saja

3. surat dukungan dari institusi yang sudah umum dikenal

4. yang sabar aja ngetuk pintu orang … hehehe

Point – point yang harus dipegang saat melakukan survey demand :

1. Layanan yang ditawarkan sudah ada dan mampu diperkenalkan kepada responden

2. Nilai atau ukuran, setiap data yang diperoleh dikonversikan menjadi satu nilai, dan dari angka menjadi satu trend atau pola

3. Pertanyaan yang di form survey harus terarah, tidak meluas

4. Komparator, beberapa produk mungkin lebih dikenal dibandingkan produk kita sendiri, maka pergunakan komparator produk yang dikenal sebagai “guidance” responden untuk mengenal produk kita

direct market survey….bisa menyelamatkan anda dari bangkrut !! Februari 23, 2009

Posted by dendyaditya in Uncategorized.
add a comment

APak Dendy…estimasi per HP nya berapa ya ? kalo mau invest di area A…”, ya kalo daerahnya rapat sih kurang lebih $150 tanpa tiang…

“wah mahal juga ya…, kira2 bisa balik berapa lama ?” ….” tergantung sebagaimana demand nya …, kita kan juga belum menentukan berapa harga layanan…service nya spt apa…”

Pertanyaan diatas sering kali saya temui ketika saya bertemu dengan calon investor untuk layanan multimedia, dan saya jamin 20000 % semua konsultan tidak akan dapat memberikan jawaban yang akuran u/ itu…

setiap pertanyaan itu muncul…saya selalu menyarankan agar melakukan survey demand terlebih dahulu..sehingga data yang didapatkan itu valid dan target marketnya sudha lebih terarah.

Bagaimana mungkin seoran investor tidak berani mengeluarkan at least 1% dari total nilai investasi sedangkan dia harus mengeluarkan sesuatu yang lebih dari itu.

trik no 1…do the wise way, untuk technical …kita bisa saja menggunakan kalimat “mengacu kepada pengalaman kami…estimasi nilai investasi adalah sekian…sekian…, tergantung dari toplogi perumahan yang ada….” tp untuk demand…jangan dibuat jawaban spt diatas…sarankan agar melakukan survey demand saja, …kalo dia g mau melakukannya…berarti he’s not trully an investor…hehehe

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.